60 / 100

Pertarungan Pilkada Tangerang Selatan 2020 kian ramai. Sejumlah nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel sudah mendaftar ke parpol. Tujuh partai sudah menutup penjaringan, yakni PDI-P, PSI, PKB, PPP, PAN, Gerindra, dan Hanura. Sementara Demokrat masih membuka pendaftaran hingga Kamis 19/12/2019.

Dukungan Warga Saat ini sudah ada 46 orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan. Nama-nama yang mendaftar datang dari berbagai macam latar belakang, dari pedagang air minum isi ulang, ojek online, hingga anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ketua Divisi Teknis KPU Tangsel Achmad Mudjahid Zein mengatakan, tahapan saat ini baru memasuki penyerahan syarat dukungan untuk calon wakil wali kota independen atau perseorangan. “Kalau untuk pendaftar bagi calon yang diusung oleh partai itu sekitar Juni 2020. Jadi saat ini masih penjaringan oleh partai saja,” kata Mudjahid saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/12/12).

Berikut daftar bakal calon di Pilkada Tangsel 2020.

  1. Muhamad (PDI-P, PSI, PKB, PPP, PAN, Gerindra, Hanura, Demokrat)
  2. Tommy Patria Edwardy (PDI-P, PSI, PKB, PPP, PAN, Gerindra, Hanura, Demokrat)
  3. Siti Nur Azizah (PDI-P, PSI, PKB, PPP, PAN, Gerindra, Hanura, Demokrat)
  4. Arsid (PDI-P, PSI, PKB, Hanura)
  5. Yardin Zulkarnaen (PDI-P, PSI, PKB, PPP, PAN, Gerindra, dan Hanura)
  6. Benyamin Davnie (PDI-P, PKB, PPP, PAN, Gerindra, Hanura, Demokrat)
  7. Tb Rahmat Sukendar (PDI-P, PSI, PPP, PAN Gerindra)
  8. Yusrianto (PDI-P, PSI, Gerindra)
  9. Kolonel Beben Nurfadilah (PDI-P, PKB, PAN, Gerindra, Hanura, Demokrat )
  10. Kemal Pasha (PDI-P, PSI, PPP, dan PAN)
  11. Ade Irawan (PDI-P, PSI)
  12. Suryadi Hendarman (PDI-P, PSI)
  13. Suhendar (PDI-P, PSI)
  14. Fahd Pahdepie (PDI-P, PSI, PAN, Gerindra)
  15. Bayu Seta (PSI, PKB, Gerindra, Hanura )
  16. M Reza AO (PDI-P, PKB, PAN)
  17. Tri Ade A (PSI)
  18. Riza Vilano Satria Putra (PSI)
  19. Kemal MS (PSI)
  20. Ambarsari Sulistyawati (PSI)
  21. Boedhi Surjono (PSI)
  22. Dwityo Pujotomo (PSI)
  23. Mikhail Gorbachev Dom (PSI)
  24. Andreas Jiman (PSI)
  25. Kokok Dirgantoro (PSI)
  26. Caesar Restu Mahesa (PSI)
  27. Wendy Zulfikar (PSI)
  28. Azmi (PSI)
  29. Fahmi (PSI)
  30. Heri Gagarin (PDI-P)
  31. Aldrin Ramadian (PDI-P, Hanura)
  32. Drajat Sumarsono (PDI-P)
  33. Gacho Sunarso (PDI-P)
  34. Rita Juwita (PKB, PPP, PAN, Gerindra, Demokrat)
  35. Dudung E Diredja (PKB, PPP, PAN, Gerindra, Demokrat)
  36. Agus Pramono (PKB)
  37. M Soleh (PKB)
  38. H Rully (PPP)
  39. Bambang Sudiyono (PPP, PAN, Hanura, Gerindra, Demokrat)
  40. Wendy Zulfikar (PPP, Gerindra)
  41. Rahmat Baitullah (PAN, Gerindra)
  42. Bambang Widodo Suprapto (PAN)
  43. Taufik MA (Gerindra)
  44. Ruslan Sudjaja (Gerindra)
  45. Muslihudin (Gerindra)
  46. Pasai Mukti (Hanura)

PELUANG Siti Nur Azizah dinilai sama dengan para bakal calon wali kota Tangerang Selatan lainnya, meski ia berstatus sebagai putri Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Kajian Sosial Politik dan Kebangsaan, Endang Samsul Arifin. Menurutnya, tidak ada kaitan antara Wakil Presiden dengan pemilihan wali kota Tangsel. “Sekuat apapun keinginan seorang Wakil Presiden agar seseorang terpilih menjadi Walikota Tangsel namun jika mayoritas masyarakat Tangsel tidak menghendakinya maka keinginan tersebut tidak akan berpengaruh sama sekali,” tegas Endang, Selasa (3/3)

baca juga: Download Buku Digital Madrasah

Suhendar, Calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk memperebutkan kursi orang nomor 1 di Tangsel lewat jalur independen.

Pasalnya, dia menilai waktu yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menginput data pendukung ke Sistem Informasi Calon (Silon) tidak cukup.

Menurut Dosen Universitas Pamulang tersebut, saat ini dirinya bersama tim relawan yang mulai bergerak sejak Agustus 2019 lalu sampai hari ini, sukses mengumpulkan 54.456 KTP dan dukungan masyarakat.

Sedangkan jumlah KTP dan dukungan yang ditetapkan KPU untuk para calon independen adalah sebanyak 71.143. Dengan begitu masih ada 16.687 lagi dukungan yang harus dikumpulkan.

Atas dasar itulah, kata Suhendar, dirinya terpaksa harus mundur dari jalur perseorangan dan berpindah ke jalur Partai Politik.

Dilanjutkan dia, kondisi tersebut sebetulnya sudah diwanti-wanti. Sehingga, sebelum-sebelumnya dirinya sudah mengikuti penjaringan dari partai PDIP dan PSI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here