72 / 100

Pemeliharaan alat transportasi bangunan, khususnya bangunan gedung terdapat komponen lift dan eskalator. Tergantung tinggi lantai gedung tersebut. Postingan ini menjelaskan bagaimana serta langkah-langkah pemeliharaan lift. Sebelum itu kita harus mengetahui jenis lift dan beberapa komponen lift dibawah ini.

Alat transportasi yang ada di sistem bangunan umumnya berupa transportasi arah vertikal dan horizontal.

Pemeliharaan sistem transportasi dalam gedung meliputi peralatan atau perlengkapan:

  • Lift penumpang
  • Lift barang
  • Lift kebakaran
  • Eskalator
  • Travelator

Alat transportasi vertikal lebih dikenal dengan nama lift, sedangkan arah horizontal dikenal dengan nama eskalator atau conveyor.

Pengertian Lift

Lift merupakan angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang.  Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi, biasanya lebih dari 3 atau 4 lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator.

Lift-lift pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan.

Terdapat 3 jenis mesin, yaitu hidraulik, traxon atau katrol tetap, dan hoist atau katrol ganda. Jenis horst dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu horst dorong dan hoisf tarik.

Lift awalnya merupakan derek yang terbuat dari tali. Pada 1853, Elisha Graves Otis, salah seorang pionir dalam bidang lift, memperkenalkan lift yang menghindarkan jatuhnya ruang lift jika kabelnya putus.

Rancangannya mirip dengan suatu jenis mekanisme keamanan yang masih digunakan hingga kini.

Baca juga: cara Membuat KIA Online di tangsel

Jenis jenis Lift

Terdapat berbagai jenis lift, lift tersebut memiliki cara kerja yang sama tetapi berbeda kegunaan. Berikut berbagai jenis lift tersebut.

  • Lift penumpang
  • Lift barang
  • Lift pasien (Bed Elevator)
  • Dumb waiter

Dumb waiter berbentuk kotak kecil yang sering digunakan di restoran atau perpustakaan untuk mengangkut barang-barang dalam suatu gedung.

Baca juga: Oleh – Oleh Khas Kota Tangerang Selatan

Komponen Elevator (Lift)

Beberapa komponen elevator (lift) dan fungsinya dijelakan dibawah ini:

  • Machine, Sebagai penggerak elevator dengan 2 macam sumber daya listrik, yaitu arus bolak-balik dan arus searah
  • Silindrical, Bekerja sebagai katrol penggulung di mana alur-alurnya dililiti kabel baja
  • Car, untuk membawa penumpang atau barang
  • Counter Weiqht
  • Guide Rail(rel)
  • Rem
  • Cables, untuk menarik dan mengulur kereta
  • Control Panel
  • Gavernal
  • Limit switch, alat otomatis yang menghentikan laju lift atau elevator.
  • Reostotic control
  • Operoting device, alat pengontrol dalam operasi-operasi lain
  • Hoistwoy
  • Sumur (Pits)
  • Machine room

Baca juga : Lebih Mengenal Universitas Pamulang (UNPAM)

Mekanisme Elevator (Lift)

Mekanisme atau cara kerja lift memiliki standar, dibawah ini diantaranya yang harus ada pada sebuah lift.

  • Lift pada umumnya digunakan untuk bangunan 4 lantai ke atas
  • Jalan masuk ke lift dilengkapi penutup gelungan (roller shuttlel
  • Kabin dilengkapi perlengkapan komunikasi
  • Saat beroperasi tidak gaduh
  • Kabin dilengkapi penerangan serta penghawaan yang baik
  • Dimensi kabel yang dipakai pada traction system ini minimal 12 mm
  • Kabel yang digunakan 4 buah
  • Balok pemikuldari baja atau beton bertulang
  • Rel lift terbuat dari baja
  • Saat beroperasi ruang lift tertutup rapat
  • Lift mempunyai motor penggerak dan panel kontrolsendiri
  • Lift hanya dapat bergerak setelah pintu dalam keadaan tertutup
  • Dasar lubang lift mempunyai pondasi kedap air
  • Pintu memakai alat otomatis untuk menghindari kecerakaan
  • Kabin dilengkapi panel kontrolyang jelas

Pemeliharaan Lift

Pemeliharaan lift diperlukan karena selain menjaga kebersihan, juga untuk menjaga fungsional nya lift tersebut. Berikut merupakan beberapa bagian lift yang perlu pemeliharaan.

Pemeliharaan Lift

Bagian lift yang perlu dipelihara, yaitu:

  1. Kamar mesin, ruang runcur, dan pit harus dijaga kebersihannya dan bebas dari sampah, debu, dan cecaran minyak
  2. Rel pemandu, governor, pesawat pengaman, kereta, pintu-pintu, mesin, penyangga (buffer), dan peralatannya harus dipelihara dan dllumasi secara teratur dengan jenis perumas yang sesuai dengan jenis dan mereknya
  3. Tali baja yang memperrihatkan tanda-tanda retak, putus, atau patah pada beberapa komponen kawat ataupun berkarat, dan atau diameternya susut lebih dari IO% dari ukuran semula harus segera diganti yang baru
  4. Tali baja yang kering atau menunjukkan adanya tanda-tanda korosi harus dilumasi dengan minyak pelumas khusus
  5. Atap kereta (top of cor) pemeriksaan meliputi: (a) Akses ke pintu darurat di atas kereta (emergency exit) (b) Saklar pengaman kecepatan lebih (safety operoted switch) (c) Broken tope switch (d) Saklar henti darurat (emergency stop switch (e) Limit switch di ujung atas ruang luncur (f) Kontak-kontak pintu (door contoctsl)
  6. Kamar Mesin Pemeriksaan meliputi: – Besaran nilaisekring (Ampere) – Power rating Motor (kW) – Putaran motor (rpm) – Frekuensi (Hertz) – Temperatur Rise Motor – lsolasi motor – Dengan menggunakan tachometer, periksa kecepatan putar puli roda larik (traction sheave)
  7. Pit Pemeriksaan meliputi: Plat tabir pemisah bobot imbang (counter weight), Tangga monyet, Kebersihan dasar pit, Final limit switch, Directional limit switch
  8. Lantai lobi lift. Pemeriksaan kondisi pintu lantai (hoistway entrance) tidak berbunyi, tidak bergetar, dan posisi tidak miring: – Pertemuan daun pintu – Fungsi tombol-tombol – Fungsi lampu-lampu indikator tiap lantai – Fungsi emergency key device.

Demikian postingan tentang pemeliharaan alat transportasi bangunan semoga bisa melengkapi pengetahuan saudara.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here